PADANG PARIAMAN — Keikutsertaan Ny. Arnengsih Hanafis dalam ajang Persit Bisa Vol. 2 yang diselenggarakan di Balai Kartini, Jakarta, pada 7-9 Mei 2026 menjadi pengalaman berharga bagi pengembangan kerajinan sulam peniti khas Pariaman. Tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan karya ke tingkat nasional, kegiatan ini juga memberikan banyak inspirasi dan pembelajaran yang akan dibawa pulang untuk dibagikan kepada sesama anggota Persit Kartika Chandra Kirana di wilayah Padang, khususnya Pariaman.
Selama mengikuti kegiatan tersebut, Ny. Arnengsih Hanafis berkesempatan melihat secara langsung berbagai produk kreatif dari anggota Persit Kartika Chandra Kirana di seluruh Indonesia. Beragam inovasi dalam bidang kerajinan tangan, kuliner, dan produk kreatif lainnya menjadi inspirasi untuk terus mengembangkan sulam peniti Pariaman agar semakin variatif dan mengikuti perkembangan selera pasar.
Menurutnya, sulam peniti Pariaman memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, baik dari segi motif, warna, maupun jenis produk yang dihasilkan. Tidak hanya diaplikasikan pada kain atau busana, sulam peniti juga dapat dikembangkan pada berbagai produk lain seperti sandal, aksesoris, dekorasi, maupun produk fashion yang lebih modern. Dengan inovasi tersebut, kerajinan ini diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas tanpa meninggalkan ciri khas teknik tradisionalnya.
Sepulang dari Jakarta, Ny. Arnengsih Hanafis juga bertekad untuk membagikan pengalaman serta pengetahuan yang diperolehnya kepada anggota Persit dan para pengrajin di sekitarnya. Ia berharap pengalaman dari ajang nasional tersebut dapat menjadi motivasi bagi para perempuan untuk terus berkarya, meningkatkan keterampilan, serta melihat peluang usaha dari kerajinan tradisional.
Keikutsertaan dalam Persit Bisa Vol. 2 juga menjadi dorongan kuat bagi Ny. Arnengsih Hanafis untuk terus membawa sulam peniti Pariaman tampil di berbagai ajang nasional lainnya. Baginya, setiap kesempatan pameran merupakan peluang untuk memperkenalkan budaya daerah sekaligus memperluas pasar bagi produk kerajinan lokal.
Dengan semangat baru yang dibawa pulang dari Jakarta, Ny. Arnengsih berharap sulam peniti dari Pariaman dapat terus berkembang, semakin dikenal luas, dan menjadi kebanggaan daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional. Lebih dari sekadar kerajinan tangan, sulam peniti adalah wujud kreativitas, ketekunan, dan kecintaan terhadap warisan budaya yang patut dijaga serta dikembangkan.

