Sulam peniti khas Pariaman, Sumatera Barat terus menunjukkan perkembangan yang membanggakan. Meski namanya “sulam peniti”, kerajinan ini tidak menggunakan peniti sebagai bahan utama. Istilah tersebut merujuk pada teknik jahitan yang menyerupai bentuk atau efek seperti susunan peniti, yang menghasilkan tekstur unik dan detail halus pada permukaan kain.
Salah satu pengrajin yang konsisten mengembangkan kerajinan ini adalah Ny. Arnengsih Hanafis, seorang ibu rumah tangga sekaligus anggota Persit Kartika Chandra Kirana. Dengan ketelatenan dan kecintaannya terhadap budaya lokal, ia berhasil membawa sulam peniti menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Perkembangan Sulam Peniti Saat Ini
Di tangan Ny. Arnengsih, sulam peniti mengalami inovasi dari segi desain, warna, hingga pemasaran. Jika dahulu hanya diaplikasikan pada kain tradisional, kini sulam peniti hadir pada jilbab, mukena, tas, busana pesta, sandal, dan berbagai aksesori modern. Motif yang dihadirkan tetap mempertahankan unsur tradisional, namun dipadukan dengan tren warna dan desain kekinian.
Teknik gradasi warna dalam motif menjadi salah satu ciri khas yang membuat karyanya semakin diminati. Perpaduan warna yang bertahap menciptakan efek dimensi dan kesan hidup pada motif bunga, daun, maupun ragam hias Minangkabau. Inovasi ini menjadikan sulam peniti tampil lebih elegan tanpa meninggalkan identitas aslinya.
Perkembangan lainnya yang patut dibanggakan adalah bahwa sulam peniti Pariaman saat ini telah dipatenkan. Dengan adanya perlindungan hak kekayaan intelektual, keaslian teknik dan identitas budaya sulam peniti semakin terjaga serta memiliki nilai tambah di mata pasar.
Makna Motif yang Sarat Filosofi
Setiap motif yang digambar oleh Ny. Arnengsih mengandung makna mendalam. Motif bunga melambangkan keindahan, kesabaran, dan kelembutan perempuan. Motif daun menggambarkan pertumbuhan, harapan, serta kehidupan yang terus berkembang. Sementara ornamen khas Minangkabau mencerminkan nilai adat, persatuan, dan kebersamaan dalam masyarakat. Bagi Ny. Arnengsih, sulam peniti bukan sekadar kerajinan, melainkan media untuk menyampaikan pesan budaya dan identitas daerah.
Peran Ganda yang Menginspirasi
Sebagai ibu rumah tangga dan anggota Persit, Ny. Arnengsih mampu membagi waktu antara keluarga dan aktivitas produktifnya. Dukungan lingkungan serta semangat untuk memberdayakan perempuan di sekitarnya membuatnya juga berbagi keterampilan kepada ibu-ibu lain. Dari rumah sederhana, lahir karya-karya yang tidak hanya indah, tetapi juga bernilai ekonomi.
Perjalanan sulam peniti Pariaman hari ini membuktikan bahwa tradisi dapat terus berkembang tanpa kehilangan jati diri. Tanpa menggunakan peniti sebagai bahan, namun tetap mempertahankan teknik khasnya, sulam peniti menjadi simbol bahwa kreativitas, ketekunan, dan kecintaan pada budaya mampu menghadirkan karya yang membanggakan serta berdaya saing tinggi.
Persiapan dan Proses Packing Menuju Ajang Persit Bisa
Menjelang keikutsertaannya dalam ajang Persit Bisa, Ny. Arnengsih melakukan berbagai persiapan dengan penuh ketelitian. Setiap karya sulam peniti yang akan dibawa terlebih dahulu melalui proses pengecekan kualitas secara menyeluruh. Ia memastikan tidak ada jahitan yang terlepas, motif tampak rapi, serta kain berada dalam kondisi bersih dan sempurna sebelum dipasarkan kepada masyarakat.
Setelah proses pengecekan selesai, kain-kain sulam tersebut disetrika kembali agar tampil rapi dan siap dipamerkan. Setiap lembar kemudian dilipat dengan hati-hati dan dikemas secara khusus untuk menjaga bentuk serta kualitasnya selama perjalanan menuju Jakarta.
Proses packing ini menjadi tahap penting karena karya-karya tersebut akan dipresentasikan dalam pameran yang digelar pada 7–9 Mei 2026 di Balai Kartini. Dengan persiapan yang matang, Ny. Arnengsih Hanafis berharap sulam peniti dari Pariaman dapat tampil dengan kualitas terbaik dan menarik perhatian para pengunjung.
Melalui setiap karya yang dibawa, ia tidak hanya memperkenalkan kerajinan khas daerah, tetapi juga membawa semangat pelestarian budaya serta harapan agar sulam peniti Pariaman semakin dikenal dan dihargai di tingkat nasional.

